Pengukuran pertambahan dan perbanyakan bakteri dilakukan langsung dan tidak langsung.
Pengukuran secara tidak langsung yaitu perhitungan dengan cara menghitung jumlah koloni yang terbentuk menggunakan cawan petri.
SYARAT PERHITUNGAN BAKTERI
1. Jumlah koloni dihitung yang ada kemudian kalikan faktor pengenceran. Apabila terdapat ulangan pada pengenceran yang sama, maka lakukan rerata.
Catat dua digit dan tingkatkan jika digit ketiga di atas 5, untuk mencegah kesalahan ketelitian dan akurasi.
Gunakan angka 0 pada digit setelah digit kedua. Satuan yang digunakan cfu/gr atau cfu/ml.
2. Apabila hasil jumlah pada ulangan cawan atau pengenceran adalah berurutan, maka lakukan rerata.
Contoh:
Soal 1
Pengenceran 1:100 menghasilkan koloni
Ulangan 1 dan 2 adalah 224 dan 180
Pengenceran 1:1000 menghasilkan koloni
Ulangan 1 dan 2 adalah 28 dan sp
Penyelesaian:
Lakukan perbandingan rerata jumlah koloni antara pengenceran 1:1000 dengan 1:100
= ((28)+((224 + 180)/2) /2)
= 1,4
Hasil (nisbah) adalah 1,4 yang artinya kurang dari 2
maka hasil koloni dihitung dengan cara dirata-rata
=(280+202)/2
=241
Tidak dilakukan perhitungan pada pengenceran 1:1000, karena terdapat sp atau spreader yaitu koloni yang tidak bisa dihitung karena sebaran melebihi setengah ukuran media pada cawan
Hasil 241 memiliki hasil digit ketiga kurang dari 5 maka hasilnya menjadi 240
Kesimpulan
Jumlah mikroorganisme adalah 2,4 × 10^4 cfu/ml
(AOAC, 1984 dalam Hidayat dkk, 2006)
Daftar Pustaka
Hidayat, N., Padaga, M. C., dan Suhartini, S. 2006. Mikrobiologi Industri. Andi Offset; Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar