31 Jul 2015

Lesson chapter 2

Because age doesn't mean maturity :)

30 Jul 2015

Lesson chapter 1

Sometimes It's just all in our mind..
Stop worrying about the problems,
Instead trust GOD.

29 Jul 2015

Perhitungan Jumlah Bakteri Pada Cawan; Aturan Lengkap

Aturan Lengkap untuk Perhitungan Jumlah Koloni adalah:

1. Jumlah koloni antara 25-250
Seleksi petri dengan jumlah koloni 25-250 dan tidak termasuk spreader.

Contoh:
Pengenceran 10^2              Pengenceran 10^3

234*                                       23
sp                                            31*
15                                            42*
243*                                        kl

Keterangan
* adalah jumlah koloni yang memenuhi syarat
kl adalah kesalahan laboratoris
sp adalah spreader

Pada tiap pengenceran
Baris 1. Nilai koloni 234 x10^2 dibandingkan dengan 23 (menjadi 230 disamakan faktor pengencerannya yaitu 10^2) dan dilihat nilai yang mendekati 250.
Baris 2. Nilai koloni yang dipilih adalah 31 x 10^3 karena pada pengenceran 10^2 terdapat koloni sp (spreader)
Baris 3. Nilai 42 menjadi 420 x 10^2 lebih besar daripada 15.
Baris 4. Nilai 243 x 10^2 dipilih karena terdapat kesalahan laboratoris pada 10^3

Jumlah koloni akhir
Baris 1. 2,3 x 10^4
Baris 2. 3,1 x 10^4
Baris 3. 4,2 x 10^4
Baris 4. 2,4 x 10^4

Perhitungan Jumlah Bakteri Pada Cawan

Pengukuran pertambahan dan perbanyakan bakteri dilakukan langsung dan tidak langsung.

Pengukuran secara tidak langsung yaitu perhitungan dengan cara menghitung jumlah koloni yang terbentuk menggunakan cawan petri.

SYARAT PERHITUNGAN BAKTERI

1. Jumlah koloni dihitung yang ada kemudian kalikan faktor pengenceran. Apabila terdapat ulangan pada pengenceran yang sama, maka lakukan rerata.
Catat dua digit dan tingkatkan jika digit ketiga di atas 5, untuk mencegah kesalahan ketelitian dan akurasi.
Gunakan angka 0 pada digit setelah digit kedua. Satuan yang digunakan cfu/gr atau cfu/ml.

2. Apabila hasil jumlah pada ulangan cawan atau pengenceran adalah berurutan, maka lakukan rerata.

Contoh:
Soal 1
Pengenceran 1:100 menghasilkan koloni
Ulangan 1 dan 2 adalah 224 dan 180

Pengenceran 1:1000 menghasilkan koloni
Ulangan 1 dan 2 adalah 28 dan sp

Penyelesaian:
Lakukan perbandingan rerata jumlah koloni antara pengenceran 1:1000 dengan 1:100
= ((28)+((224 + 180)/2) /2)
= 1,4

Hasil (nisbah) adalah 1,4 yang artinya kurang dari 2
maka hasil koloni dihitung dengan cara dirata-rata
=(280+202)/2
=241

Tidak dilakukan perhitungan pada pengenceran 1:1000, karena terdapat sp atau spreader yaitu koloni yang tidak bisa dihitung karena sebaran melebihi setengah ukuran media pada cawan

Hasil 241 memiliki hasil digit ketiga kurang dari 5 maka hasilnya menjadi 240

Kesimpulan
Jumlah mikroorganisme adalah 2,4 ×  10^4 cfu/ml
(AOAC, 1984 dalam Hidayat dkk, 2006)

Daftar Pustaka
Hidayat, N., Padaga, M. C., dan Suhartini, S. 2006. Mikrobiologi Industri. Andi Offset; Yogyakarta.

27 Jul 2015

Fase Pertumbuhan Bakteri


Fase pertumbuhan bakteri terbagi manjadi 4 fase, yakni:

1. FASE LAG
Fase lag yaitu fase penyesuaian bakteri dengan lingkungan baru.
Lama fase lag bervariasi sesuai dengan; komposisi media, potent Hydrogen (pH), suhu, aerasi, jumlah sel pada inokulum awal, sifat fisiologis mikroorganisme pada media sebelumnya.

2. FASE EKSPONENSIAL
Fase eksponensial ditandai terjadinya periode pertumbuhan yang cepat.
Variasi derajat pertumbuhan bakteri pada fase ini sangat dipengaruhi sifat genetik yang diturunkannya.
Derajat pertumbuhan dipengaruhi oleh kadar nutrien dalam media, suhu inkubasi, kondisi potent Hydrogen dan aerasi.
Derajat pertumbuhan bakteri telah menghasilkan populasi yang maksimal, maka terjadi keseimbangan antara jumlah sel yang mati dengan sel yang hidup.

3. FASE STATIONER
Fase stationer adalah laju pertumbuhan bakteri yang sama dengan laju kematiannya, sehingga jumlah bakteri akan tetap.
Keseimbangan jumlah keseluruhan bakteri ini terjadi karena adanya pengurangan derajat pembelahan sel.

4. FASE KEMATIAN
Fase kematian ditandai dengan peningkatan laju kematian yang melampaui laju pertumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA
Volk, W. A., dan M. F. Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Erlangga; Jakarta.

10 Jul 2015

Mommy

Tepat jam 10 pagi itu, diantara dua bangku di ruangan kuliah sambil ndengerin Seminar Hasil temen-temen.
Notifikasi sms dari layar hp, pas dibuka "Maaf, Ibu cuma bisa kirim segini. Maaf ya"

One word, terenyuh.
Kalau bisa diperumpamain ati uda kayak biskuit roti dicelupin ke susu panas.
Susut nggak karuan.

One things I thought, you must success!



Ini bakteri Bacillus yang aku streak beberapa waktu lalu, spesial buat Ibuku.
Selamat hari Ibu!
Belum jadualnya hari Ibu sih. Hehe.


Manajemen Lingkungan dan ISO 14000

Adalah upaya peningkatan efisiensi perusahaan dengan meminimalisasi keluaran limbah melalui proses produksi atau teknologi bersih lingkungan atau manajemen ekoefisiensi.



Waste Hierarchy
a. Mencegah timbulnya limbah dan pencemaran melalui subtitusi bahan baku, perubahan proses atau penggunaan teknologi alternatif.
b. Mendaur ulang limbah yang tidak dapat dicegah keberadaannya.
c. Mengelola limbah yang tidak dapat dicegah atau didaur ulang.
d. Mengamankan limbah yang telah diolah secara legal.


ISO (International Organization for Standarization) 14000 adalah penggabungan standar pengelolaan lingkungan untuk menciptakan pemikiran dan penerapan pengelolaan lingkungan sebagai salah satu bidang operasional yang penting.

LULUS!

Alhamdulillahirobbil'alamin..
Setelah melalui banyak hal-hal baru yang menegangkan dan menantang, akhirnya..
Kami keluar dari rutinitas praktikum dan penelitian.
Dari pagi ke pagi berkutat dengan laporan, menyusuri
pantai-gunung-lembah, hingga rela tidur di laboratorium berhari-hari.
Meskipun proses kelulusan dan studi mayor yang Kami ambil berbeda-beda, tapi itu tak menyurutkan Kami untuk saling menyemangati.
Selamat tinggal Aurelia aurita Biologi 11!
Keep Struggling!