Ini adalah akhir kisah yang dimulai sekitar dua atau tiga bulan yang lalu,
Sedikit mendramatisir, tapi boleh dibilang salah satu organ dalamku jadi membiru, sepertinya lebam (organ dalam, dibaca: sesuatu organ yang tidak terdefinisi secara biologis)
Tapi ini wajar,
Kan membiru akibat hantaman atas perbuatanku sendiri.
Kalaupun lebamnya bisa berkomentar, bisa jadi "Rasain Lu!" adalah kata-kata yang pas.
Ibarat nasi itu uda gak jadi bubur lagi, uda ketelen, dan masuk jauh hingga usus besar, jadinya ya, bisa ditebak ya?
Sungguh, ini bukanlah rangkaian kalimat penyesalan, karena hidup adalah sekarang dan nanti. Sedangkan kemarin adalah pelajaran.
Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar